Dalam sistem screw compressor, pelumasan memegang peran penting dalam menjaga kinerja air-end, efisiensi kompresi, dan umur pakai komponen. Jenis oli yang digunakan akan memengaruhi stabilitas suhu, kebersihan internal, serta interval perawatan. Dua jenis pelumas yang paling umum digunakan adalah oli berbasis mineral dan oli berbasis sintetik. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dan digunakan pada kondisi operasional yang tidak selalu sama.

Apa Fungsi Oli dalam Screw Compressor?

Oli pada screw compressor tidak hanya berfungsi sebagai pelumas mekanis. Di dalam air-end, oli juga membantu proses sealing antar rotor, menyerap panas hasil kompresi, serta membawa kontaminan menuju sistem filtrasi. Karena itu, kualitas dan stabilitas oli sangat berpengaruh terhadap performa sistem secara keseluruhan.

Karakteristik Oli Mineral

Oli mineral berasal dari hasil pemurnian minyak bumi. Jenis oli ini telah lama digunakan pada berbagai aplikasi industri dan masih banyak dipakai pada screw compressor dengan beban kerja standar. Secara umum, oli mineral memiliki struktur molekul yang tidak seragam, sehingga sifat viskositasnya lebih mudah berubah ketika terpapar suhu tinggi dan waktu operasi yang panjang.

Dalam praktiknya, oli mineral cenderung memiliki interval penggantian yang lebih pendek. Pada kondisi temperatur tinggi atau lingkungan dengan tingkat kontaminasi yang cukup besar, degradasi oli dapat terjadi lebih cepat. Endapan dan varnish juga lebih mudah terbentuk apabila kontrol suhu dan filtrasi tidak optimal.

Karakteristik Oli Sintetik

Oli sintetik diproduksi melalui proses kimia yang menghasilkan struktur molekul yang lebih seragam dan stabil. Karakteristik ini membuat oli sintetik mampu mempertahankan viskositas pada rentang suhu yang lebih luas. Dalam sistem screw compressor, stabilitas tersebut berkontribusi pada pendinginan yang lebih konsisten dan performa sealing yang lebih baik di air-end.

Selain itu, oli sintetik umumnya memiliki ketahanan oksidasi yang lebih tinggi. Hal ini memungkinkan interval penggantian oli menjadi lebih panjang dibandingkan oli mineral. Pembentukan deposit juga relatif lebih terkendali, sehingga kebersihan internal sistem dapat terjaga lebih lama.

Perbandingan dari Sisi Umur Pakai dan Perawatan

Perbedaan paling terasa antara oli mineral dan sintetik terlihat pada aspek umur pakai. Oli mineral memerlukan penggantian lebih sering, terutama pada sistem yang beroperasi terus-menerus. Sebaliknya, oli sintetik mendukung interval perawatan yang lebih panjang, sehingga waktu henti mesin dapat ditekan.

Dari sisi perawatan, penggunaan oli sintetik sering kali memberikan stabilitas operasi yang lebih konsisten. Variasi suhu dan beban kerja tidak terlalu memengaruhi performa pelumasan. Hal ini membantu mengurangi risiko overheating dan keausan dini pada air-end.

Dampak terhadap Efisiensi Energi

Jenis pelumas juga berpengaruh terhadap efisiensi energi screw compressor. Oli dengan stabilitas viskositas yang baik membantu mengurangi gesekan internal dan menjaga sealing antar rotor. Dalam jangka panjang, hal ini berkontribusi pada konsumsi energi yang lebih terkendali. Oli sintetik, dengan karakteristiknya yang lebih stabil, umumnya memberikan keuntungan pada aspek ini, terutama pada aplikasi dengan jam operasi tinggi.

Bagaimana Dengan Biaya Operasional?

Secara awal, biaya oli sintetik lebih tinggi dibandingkan oli mineral. Namun, jika dilihat dari total biaya kepemilikan, perbedaan ini tidak selalu signifikan. Interval penggantian yang lebih panjang, risiko kerusakan yang lebih rendah, serta stabilitas sistem yang lebih baik sering kali menutup selisih biaya awal tersebut.

Pada sistem dengan jam operasi rendah atau beban kerja ringan, oli mineral masih dapat digunakan secara efektif selama perawatan dilakukan secara disiplin. Pemilihan jenis oli sebaiknya disesuaikan dengan pola operasi dan tuntutan performa sistem.

Kesimpulan

Pemilihan antara oli sintetik dan mineral untuk screw compressor tidak dapat ditentukan secara umum. Oli mineral sesuai untuk aplikasi standar dengan kontrol perawatan yang baik. Sementara itu, oli sintetik lebih relevan untuk sistem dengan jam operasi tinggi, beban berat, atau tuntutan stabilitas yang lebih ketat. Dengan memahami karakteristik masing-masing pelumas, pengelola sistem dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan berorientasi jangka panjang.

Delta Sinergi Sekawan mendukung evaluasi sistem pelumasan screw compressor melalui pendekatan teknis yang mempertimbangkan kondisi operasi, efisiensi, dan keberlanjutan sistem.